
Bogor,(tvOne).
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali melakukan investigasi mengumpulkan data-data penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan bus Karunia Bhakti yang menewaskan 14 orang di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Investigasi tersebut dilakukan sejumlah tim yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT Marskal Muda TNI Purnawirawan Tatang Kurniadi."Sesuai dengan standar prosedur operasional, kita melakukan investigasi. Kita mendatangi korban-korban kecelakaan, lalu kita mengumpulkan keterangan-keterangan warga di sekitar lokasi," kata Tatang Kurniadi, di Bogor, Minggu, (12/2).
Sementara itu, Kasub Sub Komite KNKT Kusnendi Soehardjo yang didampingi Kasub PKT Darat Kombes Pol R Sri Sadono, mengatakan investigasi yang dilakukan hari ini fokus terhadap kondisi saran dan prasarana jalan.
Petugas KNKT melakukan pendataan terkait kontur, geometris dan lebar jalan di lokasi kejadian. "Sesuai dengan protap KNKT melakukan investigasi. Khusus infrastruktur jalan dan kondisi di lapangan. Mendata kondisi jalan, geometris jalan, kontur dan fasilitas jalan seperti apa," katanya.
Kusnendi mengatakan proses investigasi dan penelitian akan diketahui hasilnya sesuai dengan masa final report yakni selama tiga bulan. Namun, KNKT akan segera mengeluarkan rekomendasi sementara hasil investigasi dan penelitian di lapangan kepada Kementerian Perhubungan. "Mengingat kejadian ini sudah dalam tingkat nasional. Karena menyangkut transportasi yang melibatkan masyarakat banyak, maka dari itu KNKT langsung turun untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan," katanya.
Kusnendi mengatakan kewenangan KNKT hanya memberikan rekomendasi dari hasil investigasi dan penelitian di lapangan. KNKT tidak memiliki kewenangan untuk menindak ataupun memberikan saksi kepada penyebab kecelakaan. "Tugas KNKT bukan mencari sapa salah, tapi merekomendasi agar kejadian serupa yang disebabkan oleh faktor yang sama tidak terjadi lagi. Kita bukan untuk penghukuman, sesuai kewenanganya tugas KNKT ada tiga hal yakni probleming, no yudisial dan no liability," katanya.
Investigasi yang dilakukan oleh KNKT berlangsung hingga petang.
Menurut Kusnandi, proses investigasi masih terus berlanjut hingga seluruh data terkumpul. Dalam waktu dekat, pihak KNKT akan mengambil sampel rem dan mesin mobil untuk dilakukan penelitian secara komprehensif.
Kusnandi menambahkan, jika nanti dari hasil investigasi ada kelemahan tidak menghukum tapi akan memberikan rekomendasi apa yang akan diperbaiki dan disembunyikan sehingga kecelakaan dengan faktor yang sama tidak terjadi.
Peristiwa kecelakaan bus Karunia Bhakti di jalan Raya Puncak menewaskan 14 orang dan sedikitnya 47 orang mengalami luka-luka. Usai melakukan pendataan, tim KNKT dipimpin Tatang melakukan wawancara dengan Awang pemilik warung bakso Ojolali dan Aap karyawannya. Dalam pertemuan tersebut, Awang sempat menanyakan sikap supir yang melarikan diri saat kejadian terjadi. (Ant)