tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Jumat, 18 Mei 2012


Kabar Hukum

Kerugian Kerusuhan di LP Kerobokan Rp1,2 Miliar

Minggu, 26 Februari 2012 20:17 WIB

Lapas Kerobokan Denpasar Bali
VIVAnews

Denpasar, (tvOne).

Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, mengakibatkan kerugian materi sedikitnya Rp1,2 miliar.

"Nilai kerugian itu baru sebatas kerusakan bangunan kantor dan belum termasuk peralatan, komputer, dan fasilitas lainnya," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali, Priyadi di Denpasar, Minggu, (26/2).

Selain dokumen-dokumen penting, kerusuhan pada Selasa (21/2) malam itu juga menyebabkan brankas berisi uang senilai ratusan juta juga raib.

Menurut Priyadi, bila sudah terdata secara keseluruhan, termasuk berbagai peralatan yang ludes, nilai kerugian diperkirakan lebih besar. "Kalau ditotal dengan kerusakan peralatan lain tentu jauh lebih besar. Namun, sementara ini masih dihitung. Kemungkinan hasilnya baru akan diketahui Senin (27/2) besok atau Selasa (28/2) lusa. Ini yang menghitung bukan kami, tapi konsultan," kata Priyadi.

Salah satu peralatan penting yang awalnya sempat dikhawatirkan adalah persenjataan yang disimpan dalam gudang senjata lapas. Awalnya, Kemenkumham dan kepolisian khawatir senjata dan amunisinya ikut terbakar atau bahkan direbut oleh para narapidana.

Namun, Priyadi memastikan puluhan pucuk senjata yang awalnya diperkirakan rusak tersebut masih bisa berfungsi dengan baik. "Estimasi nilai kerugian sebesar Rp1,2 miliar itu juga tidak termasuk dengan persenjataan. Persenjataan masih bisa difungsikan dan saat ini disimpan di tempat yang aman," ujarnya.

Nilai kerugian itu lebih kecil dibandingkan dengan pada kerusuhan di Lapas Kerobokan Juni 2011, saat penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) hendak menangkap narapidana atas nama Agus Riyadi. Pada saat itu nilai kerugiannya mencapai Rp2,9 miliar.

Padahal, katanya, kerusakan pada 2011 lebih ringan dibandingkan dengan kerusuhan beberapa hari lalu. Pada kerusuhan 2011, sebanyak 18 unit sarana dan prasarana Lapas Kerobokan rusak berat. Enam blok tahanan, kantor, mushalla, komputer, CCTV, dan sejumlah fasilitas lain itu rusak berat.

Oleh sebab itu, kerugian akibat kerusuhan beberapa hari lalu nilai kerugiannya diperkirakan lebih besar. Priyadi mendatangi Lapas Kerobokan bersama Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sihabudin. Mereka mengadakan rapat bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna dan beberapa pejabat lain di rumah dinas Kalapas. Namun, hasil rapat tersebut tidak dipublikasikan. (Ant)

2592+at
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar