Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Anda & Pemilu

Senin, 21 April 2014


Kabar Hukum

Ada Narkoba dan Obat Kuat di Ruang Kerja Akil Mochtar

Jumat, 4 Oktober 2013 18:50 WIB

Jakarta, (tvOne)

Anggota Polda Metro Jaya mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk  mengambil narkoba yang diduga berada di ruang kerja Akil Mochtar.

"Ya, penyidik kepolisian sedang berkoordinasi dengan KPK," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat (4/10).

Rikwanto mengatakan kepolisian Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti temuan narkoba tersebut.

Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Akil Mochtar di Lantai 15 Gedung MK pada Kamis (3/10), terkait dugaan penerimaan uang suap kasus sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten.

Petugas KPK menemukan narkoba jenis ekstasi dan daun ganja, serta obat kuat di ruang kerja Akil Mochtar tersebut.

Juru bicara KPK Johan Budi pun membenarkan penemuan itu. Namun, karena barang yang ditemukan ini di luar objek penyidikan KPK, maka penyidik KPK menyerahkan barang-barang tersebut kepada Koordinator Kepala Keamanan MK dari Kepolisian Kompol Edi Suyitno. Penemuan narkoba ini langsung dimasukkan dalam berita acara di MK.

"Karena menemukan barang yang tidak dalam objek penyidikan, penyidik bersama-sama dengan yang menyaksikan menyerahkan kepada koordinator kepala keamanan MK dari kepolisian Kompol Edi Suyitno dalam bentuk berita acara," jelas Johan.

Johan mengatakan proses penggeledahan yang berlangsung selama hampir sembilan jam mulai Kamis (3/10) pukul 17.00 WIB hingga Jumat pukul 01.40 WIB, disaksikan oleh pejabat MK di antaranya Kepala Biro Protokol MK serta pegawai MK dan sekuriti MK.

"Dalam proses penggeledahan yang disaksikan sejumlah pejabat MK dan petugas MK memang ditemukan barang yang diduga merupakan narkoba atau obat terlarang. Jenisnya apa, saya tidak tahu," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, di Gedung KPK.

Johan juga tidak bisa memastikan barang tersebut persis diletakkan dimana. "Itu harus ditanyakan lagi kepada penyidik," tambahnya. (Ant)

14303+as
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar